Media & Publikasi
MEDIA & PUBLIKASI

Berita & Artikel Terbaru

Ikuti perkembangan terkini seputar prestasi siswa, kegiatan sekolah, dan artikel edukasi dari para tenaga pengajar kami.

PEMBUKAAN MPLS RAMAH SMP NEGERI 2 GIRIWOYO
Berita
13 Jul 2026 | Tim Kesiswaan

PEMBUKAAN MPLS RAMAH SMP NEGERI 2 GIRIWOYO

# Pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) SMP Negeri 2 Giriwoyo Tahun Ajaran 2026/2027 *Giriwoyo* – SMP Negeri 2 Giriwoyo secara resmi membuka kegiatan *Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027* yang diikuti oleh seluruh peserta didik baru. Kegiatan pembukaan berlangsung dengan penuh semangat di halaman sekolah dan dihadiri oleh kepala sekolah, dewan guru, tenaga kependidikan, serta seluruh siswa baru. Acara diawali dengan upacara pembukaan yang dipimpin oleh Kepala SMP Negeri 2 Giriwoyo. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh peserta didik baru serta mengajak mereka untuk memulai perjalanan pendidikan dengan semangat belajar, disiplin, dan karakter yang baik. Beliau juga menegaskan bahwa MPLS merupakan sarana bagi peserta didik untuk mengenal lingkungan sekolah, tata tertib, budaya sekolah, serta berbagai kegiatan yang dapat mengembangkan potensi diri. Selama pelaksanaan MPLS, peserta didik akan mengikuti berbagai kegiatan edukatif yang dirancang untuk menumbuhkan rasa percaya diri, mempererat kebersamaan, serta membangun karakter yang berlandaskan nilai-nilai Profil Pelajar Pancasila. Selain itu, siswa juga akan diperkenalkan dengan fasilitas sekolah, program akademik dan nonakademik, organisasi kesiswaan, serta berbagai ekstrakurikuler yang tersedia di SMP Negeri 2 Giriwoyo. Kegiatan MPLS dilaksanakan dengan mengedepankan suasana yang aman, ramah, menyenangkan, dan bebas dari segala bentuk perundungan maupun kekerasan. Melalui kegiatan ini diharapkan seluruh peserta didik baru dapat beradaptasi dengan lingkungan sekolah secara nyaman sehingga siap mengikuti proses pembelajaran dengan optimal. Dengan dimulainya Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah Tahun Ajaran 2026/2027, SMP Negeri 2 Giriwoyo berharap seluruh peserta didik baru mampu menjadi generasi yang berprestasi, berkarakter, berakhlak mulia, serta memiliki semangat untuk terus belajar dan berkarya. *Selamat datang peserta didik baru SMP Negeri 2 Giriwoyo. Mari bersama melangkah menuju masa depan yang gemilang dengan semangat belajar, disiplin, dan integritas.*

LAYANAN PUBLIK
Berita
29 Jun 2026 |

LAYANAN PUBLIK

Karya kami untuk dipersembahkan bagi masyarakat

5 Cara Efektif Mendampingi Anak Belajar di Era Digital
Artikel
18 Jun 2026 | Sapto Priyono, S.Pd

5 Cara Efektif Mendampingi Anak Belajar di Era Digital

Di era serba digital ini, tantangan orang tua dalam mendampingi anak belajar semakin kompleks. Gadget dan internet menawarkan lautan informasi, namun juga distraksi yang tak kalah besar. Artikel ini membahas strategi efektif agar anak tetap fokus dan bijak dalam menggunakan teknologi untuk belajar.

Membangun Karakter Unggul Siswa Lewat Ekstrakurikuler
Artikel
15 Jun 2026 | Tim Kesiswaan

Membangun Karakter Unggul Siswa Lewat Ekstrakurikuler

Pendidikan sejati tidak hanya terjadi di dalam kelas. Melalui kegiatan ekstrakurikuler, siswa belajar tentang kerjasama tim, kepemimpinan, dan manajemen waktu. Ini adalah wadah di mana minat dan bakat ditempa menjadi karakter yang unggul.

Pentingnya Menjaga Kesehatan Mental Remaja di Masa Transisi
Artikel
10 Jun 2026 | Bimbingan Konseling

Pentingnya Menjaga Kesehatan Mental Remaja di Masa Transisi

Masa remaja adalah fase transisi yang penuh gejolak emosi. Tekanan akademik, dinamika sosial, dan ekspektasi lingkungan dapat mempengaruhi kesejahteraan psikologis mereka. Mari kenali tanda-tanda stres pada anak dan cara memberikan dukungan psikologis yang tepat di rumah maupun di sekolah.

Membangun Generasi Qurani Melalui Kegiatan Jumat Mengaji di SMP Negeri 2 Giriwoyo
Berita
05 Jun 2026 | HUMAS

Membangun Generasi Qurani Melalui Kegiatan Jumat Mengaji di SMP Negeri 2 Giriwoyo

Pendidikan di sekolah tidak hanya berfokus pada kecerdasan akademis semata, tetapi juga pembentukan karakter dan moral spiritual peserta didik. Salah satu program pembiasaan yang sangat efektif dalam membentuk karakter siswa adalah kegiatan Jumat Mengaji. Kegiatan keagamaan ini umumnya dilaksanakan secara rutin pada hari Jumat pagi, sebelum jam pelajaran pertama dimulai. Apa itu Kegiatan Jumat Mengaji? Jumat Mengaji adalah sebuah gerakan pembiasaan membaca ayat-ayat suci Al-Qur'an secara bersama-sama di sekolah. Kegiatan ini biasanya dipandu oleh guru Pendidikan Agama Islam (PAI) atau wali kelas, dan diikuti oleh seluruh warga sekolah, mulai dari kepala sekolah, dewan guru, hingga siswa-siswi. Rangkaian Pelaksanaan Dalam praktiknya, kegiatan Jumat Mengaji di SMP negeri 2 Giriwoyo dilaksanakan dengan langkah-langkah yang terstruktur agar berjalan dengan khusyuk dan tertib: 1.     Pembukaan dan Doa Bersama: Acara diawali dengan membaca surah Al-Fatihah dan doa ringan bersama-sama. 2.     Tadarus Al-Qur'an: Siswa membaca Al-Qur'an atau surah-surah pendek pilihan (seperti surah Yasin atau Al-Kahfi) secara tartil dan bergantian. 3.     Kultum (Kuliah Tujuh Menit): Setelah membaca Al-Qur'an, kegiatan kerap dilanjutkan dengan ceramah singkat atau khotbah yang disampaikan oleh guru atau tokoh agama setempat. Materi yang disampaikan biasanya berkaitan dengan nilai-nilai budaya positif, akhlak, dan motivasi belajar. 4.     Penutup: Kegiatan ditutup dengan doa bersama agar proses belajar mengajar pada hari tersebut berjalan lancar dan membawa berkah. Manfaat Kegiatan Jumat Mengaji bagi Siswa Pelaksanaan program ini memiliki dampak positif yang sangat besar bagi perkembangan psikologis dan spiritual siswa, di antaranya: ·        Menanamkan Nilai Karakter Islami: Kegiatan ini adalah sarana utama untuk membentuk profil pelajar yang berakhlak mulia dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. ·        Menciptakan Suasana Belajar yang Tenang: Membaca Al-Qur'an di pagi hari dapat menenangkan pikiran. Hal ini membantu siswa menjadi lebih fokus dan siap menerima pelajaran baru ·        Mencegah Buta Aksara Al-Qur'an: Program ini memastikan bahwa setiap siswa mendapatkan bimbingan dan pembiasaan membaca kitab suci, bahkan bagi yang masih dalam tahap belajar Iqro. ·        Mempererat Ukhuwah Islamiyah: Kegiatan ini juga memperkuat tali silaturahmi dan kebersamaan antara guru dan siswa, serta antar sesama siswa. ·   Harapan ke Depan Dukungan penuh dari orang tua dan komite sekolah sangat dibutuhkan agar pembiasaan baik ini tidak hanya berhenti di lingkungan sekolah, tetapi juga terus dipraktikkan di rumah masing-masing. Dengan adanya kegiatan Jumat Mengaji yang berkesinambungan, sekolah dapat mencetak generasi penerus bangsa yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki fondasi spiritual dan moral yang tangguh.  

Mengintai Masa Depan: Memahami Bahaya Nyata Gadget bagi Remaja
Berita
04 Jun 2026 | Bimbingan dan Konseling

Mengintai Masa Depan: Memahami Bahaya Nyata Gadget bagi Remaja

Kehidupan remaja zaman sekarang hampir tidak bisa dilepaskan dari gawai atau gadget. Mulai dari membuka mata di pagi hari hingga menjelang tidur malam, layar smartphone menjadi pusat perhatian utama. Gadget memang menawarkan kemudahan informasi dan hiburan tanpa batas. Namun, di balik layarnya yang berkilau, penggunaan gadget yang berlebihan menyimpan ancaman serius bagi kesehatan fisik, mental, hingga masa depan akademis generasi muda. Berikut adalah beberapa bahaya utama gadget bagi remaja yang perlu kita waspadai bersama. 1. Ancaman Nyata bagi Kesehatan Fisik Menatap layar gawai selama berjam-jam setiap hari memberikan tekanan yang berat pada organ tubuh remaja yang masih dalam masa pertumbuhan. Kerusakan Mata: Paparan cahaya biru (blue light) dalam jangka panjang memicu mata lelah, penglihatan buram, hingga risiko tinggi terkena miopia (rabun jauh). Menurut laporan Kementerian Kesehatan RI, kebiasaan ini juga sering memicu sakit kepala dan ketegangan di area leher. Obesitas dan Gangguan Postur: Remaja yang kecanduan gadget cenderung minim aktivitas fisik (sedenter). Kurang bergerak dikombinasikan dengan kebiasaan ngemil saat bermain hp menjadi pemicu utama obesitas. Selain itu, posisi menunduk terlalu lama saat mengetik bisa mengubah postur tulang belakang dan memicu nyeri saraf. Gangguan Tidur kronis: Paparan radiasi layar sebelum tidur menekan produksi hormon melatonin yang mengatur siklus tidur. Akibatnya, remaja sering mengalami insomnia, yang berdampak pada tubuh lemas di keesokan harinya. 2. Mengikis Kesehatan Mental dan Emosional Masa remaja adalah fase kritis pembentukan identitas. Dominasi dunia maya kerap mengacaukan stabilitas emosi mereka. Risiko Depresi dan Kecemasan: Media sosial sering kali menjadi tempat pamer kehidupan yang tampak "sempurna". Remaja yang terus-menerus membandingkan diri mereka dengan apa yang ada di layar rentan mengalami krisis rasa percaya diri, kecemasan sosial, hingga depresi. Sindrom Penarikan Diri (Craving): Berdasarkan ulasan dari Halodoc, remaja yang kecanduan akan menunjukkan tanda-teman emosional yang tidak stabil, seperti mudah marah, gelisah, atau mengamuk ketika gadget mereka diambil atau kehabisan baterai. 3. Penurunan Prestasi Akademis dan Fokus Fokus yang terpecah adalah musuh utama dalam belajar. Notifikasi media sosial atau game online yang terus berbunyi membuat remaja mengalami penurunan rentang perhatian (attention span). Mereka menjadi sulit berkonsentrasi saat mendengarkan penjelasan guru di kelas atau saat membaca buku pelajaran. Akibat waktu belajar yang tersita untuk berselancar di dunia maya, tidak sedikit remaja yang mengalami penurunan nilai dan prestasi akademis secara drastis. 4. Krisis Kemampuan Sosial di Dunia Nyata Terlalu asyik berinteraksi lewat teks atau emoji membuat remaja kehilangan kepekaan sosial yang sebenarnya. Mereka menjadi canggung saat harus mengobrol tatap muka, kurang mampu membaca bahasa tubuh orang lain, serta kehilangan rasa empati terhadap lingkungan sekitar. Fenomena "phubbing"—di mana seseorang mengabaikan orang di depannya demi melihat hp—kini makin merusak kualitas retorika dan hubungan pertemanan maupun keluarga. Langkah Bijak Membatasi Ketergantungan Gadget bukanlah hal yang harus dimusuhi sepenuhnya, melainkan dikendalikan penggunaannya. Peran aktif orang tua dan kesadaran diri dari remaja sangat mutlak diperlukan.Beberapa solusi praktis yang bisa diterapkan antara lain: Menerapkan aturan "Bebas Gadget" pada jam-jam tertentu, misalnya saat makan bersama atau satu jam sebelum tidur. Mengaktifkan fitur pembatas waktu aplikasi (screen time limiter) pada ponsel. Mengalihkan energi remaja ke aktivitas fisik yang positif, seperti berolahraga, menyalurkan hobi musik/seni, atau berorganisasi di lingkungan sosial. Teknologi diciptakan untuk menjadi alat yang membantu kehidupan manusia, bukan untuk mengontrol dan merusak masa depan generasi penerus bangsa. Penggunaan yang bijak dan terkontrol adalah kunci agar remaja tetap dapat meraih manfaat digital tanpa harus mengorbankan kesehatan dan masa depan mereka.

Menghidupkan Budaya Literasi Bahasa Indonesia di Tengah Arus Digital
Berita
03 Jun 2026 | Kesiswaan

Menghidupkan Budaya Literasi Bahasa Indonesia di Tengah Arus Digital

Literasi bukan sekadar kemampuan membaca dan menulis, melainkan kecakapan dalam mengolah, memahami, dan mengevaluasi informasi secara kritis demi memecahkan masalah kehidupan sehari-hari. Di dalam sistem pendidikan nasional, literasi Bahasa Indonesia menjadi fondasi utama bagi seluruh mata pelajaran karena setiap ilmu pengetahuan memerlukan pemahaman bahasa yang matang. Namun, Indonesia saat ini masih menghadapi tantangan besar terkait rendahnya tingkat literasi masyarakat. Tantangan Literasi di Indonesia ·        Minat Baca Rendah: Kebiasaan membaca belum menjadi budaya dasar di dalam keluarga dan masyarakat luas. ·        Kesenjangan Fasilitas: Akses terhadap buku berkualitas dan perpustakaan layak masih sangat terbatas, terutama di daerah pelosok. ·        Tantangan Era Digital: Arus informasi media sosial yang cepat sering kali membuat masyarakat malas membaca teks panjang dan terjebak hoaks. ·        Metode Pembelajaran: Banyak strategi mengajar yang masih berfokus pada hafalan materi, bukan kedalaman pemahaman bacaan. Dampak Nyata Rendahnya Literasi ·        Mudah Terhasut: Masyarakat rentan menelan mentah-mentah informasi palsu atau hoaks. ·        Kelemahan Berpikir Kritis: Sulit menganalisis masalah kompleks dan mencari solusi yang logis. ·        Kalah Bersaing: Produktivitas dan daya saing sumber daya manusia di tingkat global menjadi rendah.   ·        Solusi Strategis Mengembangkan Literasi Mengatasi krisis literasi memerlukan kerja sama terintegrasi dari berbagai pihak: Optimalisasi Sekolah: Guru harus menerapkan metode membaca aktif yang melatih siswa menemukan ide pokok dan pesan penting dari teks. Pemanfaatan Platform Digital: Mengubah gawai menjadi sarana edukasi melalui akses e-book dan aplikasi perpustakaan digital resmi. Gerakan Membaca di Rumah: Orang tua perlu meluangkan waktu khusus untuk membaca buku bersama anak demi memicu rasa ingin tahu sejak dini. Pemerataan Akses: Membuka ruang baca publik dan perpustakaan keliling di wilayah-wilayah terpencil.

PELEPASAN SISWA KELAS IX TAHUN AJARAN 2025/2026
Berita
02 Jun 2026 | Humas Sekolah

PELEPASAN SISWA KELAS IX TAHUN AJARAN 2025/2026

SMP Negeri 2 Giriwoyo menggelar pelepasan siswa kelas IX Tahun Ajaran 2025/2026 pada Selasa, 2 Juni 2026 di Aula SMP Negeri 2 Giriwoyo. Acara berlangsung khidmat dan penuh haru sebagai penutup perjalanan tiga tahun belajar para peserta didik. Kegiatan dihadiri Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Giriwoyo, Komite Sekolah, seluruh guru dan karyawan, orang tua siswa, serta peserta didik kelas IX. Selain prosesi pelepasan, sekolah memberikan penghargaan kepada siswa berprestasi. Apresiasi ini diharapkan menjadi motivasi agar seluruh siswa terus mengembangkan potensi dan mempertahankan semangat berprestasi di jenjang pendidikan selanjutnya. Dalam acara ini ditampilkan beberapa tarian, juga paduan suara dari siswa siswi SMP Negeri 2 Giriwoyo.  

Upacara peringatan Hari Lahir Pancasila di SMP Negeri 2 Giriwoyo
Berita
01 Jun 2026 | Kesiswaan

Upacara peringatan Hari Lahir Pancasila di SMP Negeri 2 Giriwoyo

Upacara peringatan Hari Lahir Pancasila pada 1 Juni 2026 diselenggarakan secara khidmat guna memperkuat internalisasi nilai-nilai luhur ideologi negara di kalangan SMP negeri 2 Giriwoyo. Kegiatan ini menjadi momentum krusial bagi seluruh warga sekolah untuk merefleksikan kembali dasar negara Indonesia di tengah tantangan era modern. Berikut adalah ulasan mendalam mengenai jalannya upacara, susunan acara, hingga makna penting di balik peringatan tersebut. Tujuan dan Tema Peringatan Penyelenggaraan upacara ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan memiliki tujuan strategis: ·        Penanaman Karakter: Memperkuat Profil Pelajar Pancasila di lingkungan sekolah. ·        Nasionalisme: Menumbuhkan rasa cinta tanah air dan menghargai jasa para pendiri bangsa. ·        Persatuan: Menegaskan kembali pentingnya semboyan Bhinneka Tunggal Ika dalam keberagaman sekolah. Susunan Acara Upacara 1 Juni 2026 Upacara dimulai tepat pukul 07.00 WIB di lapangan utama sekolah dengan susunan yang tertib: 1.     Persiapan Barisan: Pemimpin upacara memasuki lapangan dan mengambil alih komando. 2.     Pengibaran Bendera Merah Putih: Diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya oleh tim paduan suara. 3.     Mengheningkan Cipta: Dipimpin oleh Pembina Upacara untuk mengenang jasa para pahlawan. 4.     Pembacaan Teks Pancasila: Diikuti secara serentak oleh seluruh peserta upacara. 5.     Pembacaan Naskah Pidato: Pembina upacara membacakan amanat resmi Hari Lahir Pancasila dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. 6.     Menyanyikan Lagu Wajib: Lagu Garuda Pancasila dinyanyikan bersama untuk membakar semangat nasionalisme. 7.     Pembacaan Doa: Doa penutup demi kemajuan bangsa dan keselamatan seluruh warga sekolah. Inti Amanat Pembina Upacara Dalam amanatnya, Pembina Upacara menekankan bahwa mengamalkan Pancasila di era digital tidak lagi melalui perjuangan fisik, melainkan melalui tindakan nyata sehari-hari: ·        Sila ke-1: Menghormati perbedaan agama dan beribadah tepat waktu. ·        Sila ke-2: Menghentikan segala bentuk perundungan (bullying) di sekolah. ·        Sila ke-3: Menjaga kerukunan antarkelas tanpa membedakan suku atau latar belakang. ·        Sila ke-4: Mengutamakan musyawarah mufakat saat pemilihan ketua OSIS atau diskusi kelompok. ·        Sila ke-5: Bersikap adil dalam membagi tugas kelompok dan menghargai karya teman.